5 Tips Rumah Adem Tak Boros Listrik

Sebagian besar dari kita dalam mendesain rumah tinggal punya kecenderungan hanya berfocus kepada tampilan fisik. Pokoknya, kita ingin rumah nan menarik, indah, atau secara estetika baik. Namun, apa yang terjadi ketika rumah itu ditempati?
Ternyata rumah tidak nyaman dihuni karena panas. tanpa bantuan mesin pendingin (AC), rumah tersebut tidak layak huni. Penghuni berkeringat sepanjang waktu dan dan sulit melakukan aktivitas sehari – hari. Bahkan tidak jarang kita menemukan AC dengan kapasitas mesin yang besar. Konsekuensinya, biaya listrik tinggi atau dengan kata lain tidak hemat energy.
Lantas apa yang perlu dilakukan agar rumah indah tetapi tidak panas dan hemat listrik? Langkah – langkah ini memberikan arahan secara garis besar agar panas di rumah berkurang secara alamiah tanpa AC, dayanya dapat diminimalkan.

1. Prinsip utama menurunkan suhu (panas) di dalam rumah adalah mengurangi heat gain (perolehan panas) radiasi matahri yang jatuh mengenai bangunan rumah. Pengurangan radiasi matahari ini dapat melalui ‘pembayangan’ bangunan lain atau atau pohon besar di sekitarnya. Jika perolehan panas matahari dapat diminimalkan, suhu udara di dalam rumah menjadi lebih rendah. Meskipun ini bersifat relative, artinya jika kondisi suhu udara luar di sekitar rumah sudah cukup tinggi, maka suhu udara di dalan rumah juga akan sulit mencapai suhu nyaman. Suhunyaman disekitar Jakarta dicapai anatara 24,5 derajat celcius hingga 28, 5 derajat celcius, dengan kelembapan di bawah 70 % dan aliran udara di atas 0.2m/ detik. Nmaun seandainya pengkondisian udara mekanis (AC) tetap harus digunakan, maka dengan memperhatikan hal – hal tersebut diharapkan beban pendinginan AC menjadi lebih rendah.

2. Usahakan agar ruang di bawah atap, antara penutup atap dan langit – langit diberi ventilasi semaksimal mungkin hal ini dimaksudkan agar udara panas, karena radiasi matahari,yang terperangkap di bawah penutup atap dapat dibuang atau dialirkan ke luar. Jadi, panas tidak merapat ke langit – langit melalui proses konduksi, yang akgirnya memanaskan ruang dibawahnya. Dalam membuat bukaan perlu diperhatikan jalan masuk burung atau kelelawar. Untuk itu lubang – lubang ventilasi, perlu diberi kawat (ayakan pasir). Atap merupakan komponen utama yang membuat rumah menjadi panas. Jika panas diatas dapat dibuang, ruangan di bawahnya cendrung lebih dingin. Atap yang tinggi –volume ruang antara penutup atap dan langit – langit besar membantu mengurangi pemanasan ruang – ruang di alam rumah. Coba perhatikan desain rumah – rumah masa colonial Belanda dengan atap tinggi yang besar.

3. Jika ruang tidak menggunakan AC, usahakan agar terjadi aliran udara yang menrus di dalam rumah, terutama bagi ruang – ruang yang dirasa panas. Cari ini disebut ventilasi silang. Dari sisi akustik hal ini memang kurang menguntungkan, tetpai merupakan pilihan. Hindari menutup seluruh lahan dengan bangunan. Hal ini menyebabkan tidak terciptanya aliran udara yang terus menerus. Aliran udara penting untuk menciptakan efek dingin bagi manusia. Ciptakan ruang – ruang terbuka di sekitar rumah jika lahan memungkinkan, agar ventilasi silang mudah berlangsung.

4. Hindarkan penempatan ruang – ruang utama, seperti ruang tidur, ruang keluarga, ruang tamu pada sisi barat, kecuali ada pembayangan pada sisis tersebut. Dinding ruang dibagian barat akan mendapatkan radiasi matahari siang dan sore yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan ruang menjadi panas. Gunakanlah sisi barat untuk ruang – ruang service, seperti kamar mandi/ WC, gudang atau tangga.

5. Minimalkan penggunaan material keras (beton/aspal) untuk menutup permukaan halaman, taman atau tempat parkir jika tidak ada peneduh. Material keras yang terkena radiasi matahari langsung akan menaikan sushu udara di sekitar rumah dan akhirnya membuat ruang di dalam rumah panas.
Mudah – mudahan langkah – langkah di atas dapat membantu mengatasi panas di rumah anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s